The Impact of Global Monetary Crisis

Filed under: just my opinion — anita-meiliana at 9:35 am on Friday, October 17, 2008
Sebagai seorang mahasiswi ekonomi yang masih harus banyak belajar, saya belum berani menjawab secara mendetail ketika pertanyaan tentang apakah Dampak Krisis Ekonomi Global yang sedang terjadi saat ini dan bagaimana solusi terbaik untuk mengatasi masalah tersebut, datang kepada saya. Saya hanya mampu sedikit menjelaskan tentang Inflasi yang sedang terjadi dan mungkin akan semakin “parah” sebagai dampak dari krisis ekonomi global ini, dimana harga barang dan jasa mengalami kenaikan, yang berarti biaya pendidikan juga naik.
Dan solusi yang terpikirkan oleh saya ialah membelanjakan uang yang kita miliki dan menyimpan cadangan barang, yang suatu hari nanti dapat kita jual kembali dengan harga yang lebih tinggi, sebagai akibat inflasi yang membentuk Equilibrium (titik keseimbangan antara permintaan dan penawaran akan barang/jasa) yang baru. Karena jika terjadi inflasi yang “parah” maka nilai uang yang kita miliki, baik dalam bentuk cash (tunai) ataupunĀ  berupa tabungan di bank akan berkurang nilainya. Jadi, akan lebih baik jika kita menyimpan kekayaan dalam bentuk barang atau property (rumah atau tanah). Dan yang terpenting bagi kami selaku mahasiswa ataupun pelajar yang belum memiliki uang yang banyak, saya menyarankan untuk menginvestasikan seluruh harta kekayaan (uang) yang kita miliki dalam bentuk ILMU PENGETAHUAN, karena saat ini pendidikan sudah jarang yang gratis, malahan sudah sangat mahal. Jadi, sebelum ilmu pengetahuan (pendidikan formal) itu bertambah mahal akibat inflasi, marilah kita menyimpan cadangan ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya.
_Selamat Berinvestasi_

nice story

Filed under: just a story — anita-meiliana at 10:41 pm on Tuesday, September 9, 2008

Sebuah senja yang sempurna,

sepotong donat,

dan lagu cinta yang lembut.
Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih?

Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat,
beratus tawa timpas,

lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya,tentang cinta.

Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti)

Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian.

Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa.
Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan
wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”

Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk
sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan
masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera.
Hidup mereka menjadi membosankan.

Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian

dan cinta satu sama lain.

Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas.

Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran,
Dara lari keluar rumah.

Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak,
“Kamu nggak cinta lagi sama aku!”

Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara
dan secara spontan balik berteriak,

“Aku menyesal kita menikah!
Kamu ternyata bukan tulang rusukku!”

Tiba-tiba Dara menjadi terdiam ,

berdiri terpaku untuk beberapa saat.
Matanya basah.

Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.

Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan.

Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali.

Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya,

Ia bertekad untuk berpisah.

“Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing.”

Lima tahun berlalu.
Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri,

menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula.

Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya.

Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya.
Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.

Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu.

Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan,

mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.

Raka : Apa kabar?
Dara : Baik… apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.

Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat.

Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah.
Tidak akan ada yang berubah.

Dara tersenyum manis, lalu berlalu….”Good bye….”

Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami
kecelakaan dan meninggal.
Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya.

Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

“Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling dekat dengan kita, yang paling kita cintai.

Dan akibatnya seringkali adalah fatal

HE saved my family

Filed under: Religion — anita-meiliana at 10:41 pm on Saturday, August 30, 2008
SHALOM…

i’d like to share about how’s JESUS saved my family…

25 hari yang lalu, tepatnya tanggal 5 Agustus 2008 my lovely mom was gone… Dia pergi ke surga!
Puji Tuhan, mama-ku dijemput Tuhan Yesus secara pribadi…
salama kurang lebih 53 tahun dan 8 bulan mama-ku menjalani hidupnya
sebagai penganut Budha yang sangat taat (she’s vegetarian for almost 40
years her lifetime)… namun pada 1 bulan terakhir masa hidupnya dia
menjalani suatu kehidupan yang begitu diberkati dan penuh kasih karunia
bersama YESUS KRISTUS!

Tuhan telah berjanji lewat firman-Nya yang agung bahwa jika ada 1 orang
di dalam satu rumah yang diselamatkan maka seisi rumah itu akan
diselamatkan… (saya lupa di mana ayat Firman Tuhan itu tepatnya
berada)  (^_^)v
Satu hal yang pasti yaitu Firman Tuhan itu telah menjadi nyata didalam keluargaku…

Tanggal 5 July 2008 saya, papa dan mama berangkat ke Penang, Malaysia
untuk mengobati penyakit mama yang belum terdeteksi dengan jelas oleh
dokter-dokter di sini (makassar). Ternyata mama sakit Cancer, tepatnya
Breast Cancer stadium 4 dengan jenis tumor yang sangat ganas (grade 3)
dan telah metastase (menyebar) ke Liver dan tulangnya. Penyakit yang
sangat menakutkan, tetapi tidak cukup menakutkan bagi mama yang telah
dijamah TUHAN. Mama menghadapi penyakitnya dengan IMAN, PENGHARAPAN dan
KASIH dari TUHAN kita YESUS KRISTUS, yang baru saja dikenal mama di
Penang.

saya adalah anak sulung di keluarga-ku… i have 2 brothers.
dan saya adalah satu-satunya orang yang kenal Tuhan YESUS di dalam
rumahku… seperti orang-orang yang telah merasakan indahnya panggilan
Tuhan lainnya, saya juga mengalami beberapa kesulitan untuk ikut YESUS
dan hidup dengan iman Kristen di tengah-tengah keluarga yang tidak
percaya Yesus… contohnya: pada waktu saya memutuskan untuk menerima
baptisan (tanggal 5 Desember 2004), mama-ku sangat menentang
keputusanku itu… sampai-sampai adikku sempat ikut-ikutan mengurung
aku sendirian di kamar, supaya tidak bisa ke gereja… pengalaman yang
sangat menarik!!!  ^_^
namun jika ALLAH yang menciptakan langit dan bumi yang menjadi penolong
buat kita, maka tidak ada satu pun pintu yang tidak terbuka… karena
Dia sendiri yang akan membuka jalan!!! jadi, pada hari yang indah itu
akhirnya mama-ku mengalah, setelah dia meminta persetujuan (izin) dari
dewa-dewi yang dia sembah… sebenarnya BAPA sendiri yang telah turun
tangan dan membuat iblis tidak dapat berbuat apa-apa lagi…

sayangnya kehidupanku masih kurang "berkelimpahan" maksudnya "masih
jauh dari menyerupai karakter KRISTUS". karena itulah saya tidak bisa
menjadi berkat di tengah-tengah keluargaku… selama hampir 8 tahun
saya mengenal Yesus, pertumbuhan imanku berjalan dengan sangat lambat,
bahkan beberapa kali sempat berhenti…
Namun oleh karena begitu besar KASIH YESUS akan keluargaku sehingga DIA
sendiri yang turun tangan membawa kami masuk ke dalam suatu "percepatan
iman"!!!

Percepatan Iman itu dimulai kurang lebih 3 bulan yang lalu… mama-ku
harus dirawat di rumah sakit karena fungsi hati-nya tiba-tiba meningkat
secara drastis… setelah beberapa medical check up dilakukan di salah
satu rumah sakit terbaik di sini (makassar), akhirnya diketahui bahwa
terdapat beberapa benjolan di Liver mama… dokter-dokter yang ada di
sini hanya mengira-ngira bahwa mama mungkin mengidap CA (cancer), namun
setelah 11 hari dirawat inap di rumah sakit tersebut, akhirnya kami dan
keluarga besar memutuskan untuk membawa mama ke Penang, Malaysia untuk
melakukan medical check up dan pengobatan yang kami harapkan dapat
berhasil dengan baik… Namun setelah medical check up yang mama harus
jalani selama seminggu lebih, hasil yang kami peroleh justru jauh lebih
buruk daripada apa yang telah kami peroleh di Makassar sebelumnya,
penyakit mama sangat parah seperti yang telah saya coba jelaskan di
atas… Mama harus segera menjalani Kemotherapy dan juga Radiotherapy
untuk mengontrol sel-sel Cancer yang telah menggerogoti tubuhnya…
akan tetapi seperti yang sudah banyak orang ketahui, therapy-therapy
tersebut memiliki side-effect yang sangat banyak dan menyakitkan,
bahkan kadangkala dapat mempengaruhi emosi dari pasien… dan masih
banyak lagi hal-hal menakutkan lainnya yang harus kami hadapi…

Oleh KASIH KARUNIA dari BAPA kami dapat melewati semuanya dengan baik dan bahkan pulang dengan suatu kemenangan yang besar!!!
setelah mengetahui penyakit yang mama derita, saya (oleh tuntunan Roh
Kudus) terus menyampaikan Firman kepada mama… pada awalnya mama tetap
memegang teguh keyakinannya akan agama yang telah dianutnya sejak
lahir… namun Firman Tuhan tidak pernah kembali dengan sia-sia, Firman
itu akan melakukan apa yang BAPA kehendaki sampai berhasil… Jadi,
saya terus-menerus mendoakan mama dan membacakan Firman Tuhan buat
mama… sampai pada akhirnya TUHAN menyatakan penglihatan kepada mama
disaat saya  sedang mendoakannya (di dalam doa-ku, saya selalu
mengatakan: "Oleh bilur-bilur darahMU, TUHAN mama-ku disembuhkan")
yaitu: mama melihat ada suatu bukit batu dan dari atas bukit batu itu
mengalir suatu aliran yang berwarna merah, seperti darah yang
berkilauan dan menetes turun ke bawah… Karena mama tidak dapat
mengerti apa makna dari penglihatannya itu (mama mendapatkan
penglihatan itu sampai 3 kali, tiap saya berdoa untuk dia), maka
akhirnya mama menanyakan pendapat saya tentang makna dari
penglihatannya itu, dan oleh tuntunan dari Roh Kudus saya coba untuk
menjelaskan kepada mama bahwa apa yang dia lihat itu ialah bukit
Golgota, tempat dimana YESUS KRISTUS telah mati disalibkan dan darahNYA
telah mangalir untuk menebus segala dosa dan pelanggaran manusia…
Sejak saat itu mama mulai menerima Firman Tuhan, bahkan mama jadi lebih
banyak bertanya tentang siapa itu YESUS…

Tuhan YESUS begitu baik bagi kami, terutama bagi mama… TUHAN
menyatakan diri-NYA pada mama disaat mama mencoba untuk memanggil tuhan
yang tidak dikenalnya, justru yang mama lihat adalah sosok YESUS yang
sedang disalibkan. Didalam penglihatan yang mama lihat terdapat 2
salib, hal tersebut membuat mama bertanya kepada saya karena biasanya
di film-film tentang YESUS yang sedang disalibkan terdapat 3 salib,
namun didalam penglihatan yang mama dapatkan malam itu terdapat hanya 2
salib… Saat itu saya teringat bahwa hanya 1 orang dari 2 orang yang
disalibkan bersama YESUS di bukit Golgota yang diselamatkan… karena
hanya satu orang yang takut akan Tuhan dan percaya bahwa YESUS adalah
Allah.

Puji Tuhan… sejak saat itu mama dengan yakin dan percaya
terus-menerus bersaksi kepada keluarga kami yang pada saat itu berada
di Makassar, terutama kepada adik-adik saya… mama menyatakan kepada
mereka bahwa YESUS adalah ALLAH, dan dia mulai berdoa dengan menyebut
nama YESUS sebagai TUHANnya… Mujizat demi mujizat terus terjadi sejak
saat itu, dimana TUHAN selalu menyatakan pertolongan-NYA kepada kami
dan mama pada khususnya.
IMAN kami bertumbuh dengan sangat cepat, PENGHARAPAN kami tidak pernah
hilang walaupun ada banyak sekali keadaan yang sulit yang harus kami
hadapi, dan yang terutama KASIH terus ada bersama kami. KASIH dari
TUHAN YESUS didalam kehidupan kami dan kasih kami akan sesama kami pun
menjadi begitu berlimpah…

Sebelum menjalani kemotherapy kondisi mama sempat drop (menurun), dan
mama harus menjalani MRI (scan untuk mendeteksi penyebaran sel-sel CA
didalam tubuh mama) selama kurang lebih 3 jam, dan untuk diketahui mama
harus berpuasa pada malam sebelumnya dan ruangan MRI itu sendiri sangat
dingin suhunya. Jadi dapat kita bayangkan bagaimana mama-ku yang sedang
dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, berpuasa dan harus menjalani
medical check up selama 3 jam di dalam ruangan yang dingin… tentunya
itu adalah suatu keadaan yang berat untuk mama lalui… namun sekali
lagi oleh kemurahan TUHAN, mama dapat melalui itu semua dengan
selamat… pada saat itu mama tertidur di dalam ruangan MRI dan dia
melihat salib besar yang berkilau bagaikan berlian dan kerena begitu
terang cahaya salib itu mama akhirnya sadar dan pemeriksaannya pun
selesai… saya jadi berpikir mungkin jika pada saat itu TUHAN tidak
menyatakan pertolongan-NYA mama-ku bisa saja meninggal lebih cepat…
Pada keesokan harinya mama harus menjalani kemotherapy yang pertama
(dokter oncologyst yang menangani penyakit mama di Penang merencanakan
6 cycles kemotherapy yang harus dilaksanakan setiap 3 minggu). Malam
sebelum mama dikemotherapy saya menceritakan kepada mama tentang
side-effect dari kemotherapy yang akan dia jalani, bahkan saya secara
terang-terangan menyatakan kepada mama bahwa ada kemungkinan dia akan
meninggal dunia disaat kemotherapy itu berlangsung (fakta tentang
kemungkinan tersebut saya peroleh dari seorang ahli tanaman herbal
khusus CA). Hal tersebut saya lakukan karena pada awalnya saya sangat
menentang kemotherapy tersebut, karena saya tahu bahwa kemotherapy itu
tidak akan menyembuhkan mama saya dan hanya akan menyakitinya,
sekalipun kemotherapy itu berhasil, mama saya harus menjalaninya seumur
hidupnya, dan menurut saya itu sia-sia saja… Malam itu mama
mengatakan sesuatu yang sangat mengejutkan saya secara pribadi, mama
bilang "Jika TUHAN yang telah mengatur seluruh jalan hidupnya
berkehendak untuk membiarkan mama menjalani kemotherapy, maka tidak ada
satu orang pun yang dapat menghalanginya…" dan dia menyuruh saya
berdoa.
Sekarang saya baru menyadari betapa mama telah berjuang dengan sangat
keras untuk hidup dan berserah kepada BAPA sepenuhnya… mama tidak
takut akan apapun juga, dia hanya takut pada TUHAN, itu dia buktikan
pada 1 bulan terakhir masa hidupnya yang telah dijalaninya bersama
YESUS KRISTUS.

Satu jam sebelum kemotherapy mama membuat suatu pernyataan dihadapan
seorang hamba Tuhan yang datang melayani kami di rumah sakit tempat
mama dirawat dan akan menjalani kemotherapy, bahwa dia menerima dan
percaya kepada TUHAN YESUS sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT pribadinya…
Pada saat mama menjalani kemotherapy (sesuai dengan rencana-NYA) dia
melihat ada begitu banyak salib yang mengelilinginya dan dia merasa
sangat nyaman bagai sedang berada di atas kursi pijat… ini merupakan
salah satu mujizat yang DIA telah nyatakan bagi kami…
Penglihatan-penglihatan yang mama alami masih sempat dia tuliskan di
dalam sebuah buku harian khusus bagi orang yang menjalani oral
kemotherapy (obat kemo yang harus diminum)… Jadi kesaksian ini
merupakan FAKTA dan memiliki bukti dan saksi yang jelas dan dapat
dibuktikan kebenarannya.
Ada banyak sekali mujizat yang kami alami disana yang mungkin tidak
dapat saya sampaikan secara lebih detail lagi pada kesempatan kali ini.

Tepat dua hari setelah menjalani kemotherapy mama harus menjalani
radiotherapy di rumah sakit yang berbeda… dan setelah radiotherapy
pertama yang mama jalani kondisinya menurun drastis dan side-effect
dari kemotherapy yang telah mama jalani sebelumnya mulai bermunculan
satu per satu… hingga setelah kurang lebih 2 minggu mama dirawat inap
dan menjalani radiotherapy yang berlangsung hampir setiap hari
di rumah sakit tersebut akhirnya mama pergi ke surga… dimana Tuhan
memberi kesempatan bagi mama untuk dibaptis tepat sehari sebelum mama
meninggal dunia, walaupun saat itu dia sudah koma (tidak dapat
berkomunikasi lagi, namun masih dapat mendengar). Dan sehari sebelum
mama koma, dia memberitahukan kepada papa saya bahwa dia ingin pergi ke
gereja untuk menjalani baptisan jika kami pulang ke Makassar nantinya
dan dia juga meminta kepada papa saya untuk menyingkirkan segala patung
berhala yang selama ini dia sembah… karena pada malam sebelumnya dia
telah bertemu secara pribadi dengan YESUS KRISTUS dan
berbincang-bincang dengan-NYA selama 3 jam… sampai saat terakhir
hidupnya mama tidak mau menceritakan apa yang YESUS telah nyatakan
kepadanya kepada saya, karena menurutnya itu adalah rahasianya dengan
BAPA.
Mama hanya sempat bertanya tentang BAPA, ANAK dan Roh Kudus disaat saya
bertanya tentang pertemuannya dengan TUHAN. Karena YESUS sempat
menyatakan tentang ALLAH TRITUNGGAL kepada mama, yang masih sulit untuk
dia mengerti.

Pada saat mama meninggal dia tersenyum!
Mama telah mendapatkan jawaban atas Imannya, dan Pengharapannya kepada
YESUS telah tercapai, namun saya percaya Kasihnya tetap berjalan
sekalipun dia telah berada di surga, Kasih kepada TUHAN dan kepada kami semua…

NB: Saat ini kami sekeluarga telah
menerima YESUS sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT kami secara pribadi, papa
dan kedua adik saya telah menjalani baptisan selam dan kini saya dan
keluarga bisa beribadah kepada satu-satunya TUHAN yang patut kita
sembah; TUHAN YESUS KRISTUS… AMIN.

TUHAN YESUS MEMBERKATI kita semua…